Usia Ideal Anak Belajar Menulis & Membaca

 

Kursus Membaca Di antara mommies terdapat yang lagi galau seputar umur ideal anak belajar mencatat & membaca? Kami coba tolong dengan pendapat dari dua pakar sekaligus, ya. Semoga tercerahkan 🙂

Di antara mommies terdapat yang lagi galau seputar umur ideal anak belajar mencatat & membaca? Kami coba tolong dengan pendapat dari dua pakar sekaligus, ya. Semoga tercerahkan 🙂

Salah satu pencapaian anak yang buat orangtua degdegan ialah seputar keterampilan anak mencatat dan membaca. Karena kebodohan ilmu, beberapa orangtua terlampau ngoyo, anak mesti dapat menulis dan menyimak di umur dini, padahal dari sisi tahapan pertumbuhan usia, mereka belum siap sedang di fase itu.
Daripada menerka-nerka, umur ideal anak belajar menuli & membaca, MD hadirkan dua pakar sekaligus. Perspektif dari Dr. Ajeng Indriastari, Sp.A, RS Omni Pekayon dan Woro Kurnianingrum, M.Psi., Psikolog. Psikolog Klinis Anak & Remaja RS OMNI Alam Sutera.


Aktivitas belajar mencatat & menyimak ini, sebetulnya dapat kita kenalkan semenjak usia berapa? Dan apa alasannya?
Dokter Ajeng: Aktivitas belajar menyimak dan mencatat sebetulnya dibuka usia 6-7 tahun. Pada ketika usia 4-5 tahun anak dapat mulai diluncurkan pre-reading skills sebagai dasar-dasar baca tulis laksana mengenal huruf, mengenal angka, melafalkan suku kata, menulis sejumlah huruf dan angka, dan sebagainya. Alasannya, anak umur prasekolah 3-4 tahun masih mengembangkan keterampilan bicara dan bahasa, namun anak telah mulai dapat mempelajari ketrampilan motorik halus dasar pre-writing skills guna belajar menulis.
Psikolog Woro: Belajar menyimak sebenarnya adalahtugas pertumbuhan pada umur sekolah, yaitu semenjak usia 6 tahun ke atas. Hanya saja anak bisa diperkenalkan dengan angka dan huruf semenjak usia pra sekolah, yakni umur 3-4 tahun, dengan teknik bermain. Hal ini cocok dengan tugas pertumbuhan anak pra sekolah yang masih berada dalam etape bermain. Anak yang sudah hafal huruf A-Z, maka bisa dapat diperkenalkan menyimak per suku kata, laksana “ba – bi – bu – be – bo”.

Ketika di rumah, orangtua dapat mengulang belajar mencatat & menyimak ini, dianjurkan menggunakan media apa?
Dokter Ajeng: saat di rumah, orangtua mengulang belajar menyimak menulis cocok dengan umur anak. Media yang digunakan dapat bermacam macam. Contoh umur 3-4 th (pre-writing skills) belajar unik garis, menggambar lingkaran, menghubungkan titik-titik. Sediakan perangkat tulis pegangan gemuk laksana crayon, sehingga gampang dipegang, kitab mewarnai, dan sebagainya.
Usia 4-5 th (pre-reading skills) mengenal huruf angka dengan lagu, play card, contoh-contoh benda, mendengar bunyi berirama, membandingkan kata yg bunyi mula dan kesudahannya sama (lagu, labu), melafalkan (ba, bi , bu, be, bo ), setelah tersebut belajar menyimak kata simpel (buku, baru, mama, papa). Jika anak mulai tertarik mencatat huruf dan angka, dapat menghubungkan titik-titik untuk menyusun huruf dan angka
Psikolog Woro: Dengan kitab cerita bergambar yang mengggunakan huruf lumayan besar, memakai kartu kata-kata, maupun sembari bermain tebak menyimak kata pada artikel yang terdapat pada sebuah produk atau benda yang terdapat di lokasi tinggal sehari-hari.

Dalam proses anak belajar mencatat & membaca, benak bagian mana yang bekerja?
Dokter Ajeng: Belahan benak bagian kiri adalahpusat Intelegent Quotient (IQ) yang bersangkutan dengan rasio dan logika seperti keterampilan membaca dan menulis. Berkembangnya pusat baca di belahan benak kiri rata2 umur 7-9 th (pada anak perempuan dapat lebih cepat). Pusat baca di benak kiri menyanggupkan anak belajar menyimak secara fonik dari huruf ke huruf secara akurat. Jika anak belajar menyimak usia 4-7 tahun yang digunakan belahan benak kanan, menyanggupkan anak menyimak lewat memori visual. Membaca visual tepat guna untuk ucapan-ucapan pendek, sedangkan metode fonik tepat guna untuk ucapan-ucapan panjang.
Di umur yang tepat, usahakanlah tes keterampilan cross-lateral skip. Bila anak dapat mengayunkan tangan kanan dengan kaki kiri atau kebalikannya bersamaan tanpa berpikir, mereka dapat mengakses kedua belah benak secara simultan dan mempermudah proses menyimak anak.
Psikolog Woro: melibatkan kedua unsur otak. Bagi belajar membaca, informasi berupa artikel kata tadinya diterima melewati sensoris penglihatan dan pendengaran (ketika dibunyikan). Lalu, benak anak bakal mengolahnya, dikaitkan dengan bagian kenangan mengenai informasi bakal huruf, penggabungan huruf dan bunyinya, guna kemudian dipungut kesimpulan sebagai bacaan dari sebuah kata.
Saya sempat menyimak literatur yang menuliskan, tentang peran urgen “Kematangan Sistem Proprioseptif” dalam proses belajar baca dan tulis, dapat tolong diterangkan tentang urusan tersebut?
Dokter Ajeng: Sistem proprioseptif ialah kemampuan seorang anak guna mengetahui keterampilan tubuhnya dalam ruang. Kematangan sistem proprioseptif sehubungan dengan keterampilan anak guna duduk tenang dan memfokuskan perhatian. Kalau sistem ini belum matang, anak kendala belajar menyimak dan menulis. Sebab belum dapat membayangkan gerakan format abstrak spt huruf dan angka, jadi anak bakal bingung antara huruf b dan d, atau tanpa sadar mencatat angka 2 dan 3 secara terbalik.
Milestone apa saja yang terlebih dahulu usahakan dijangkau anak, sebelum anda kenalkan belajar membaca? Soal kan, menyimak erat kaitannya dengan belajar menulis, memegang pensil, duduk dengan postur mumpuni, dll.
Dokter Ajeng: milestones yang mesti lebih dahulu dijangkau anak umur prasekolah 2-4 ialah mengembangkan keterampilan bicara dan bahasa, dan pun kemampuan motorik halus menggenggam dan menjipit guna memegang crayon guna dasar belajar menulis.
Psikolog Woro: Dari aspek pertumbuhan motorik, anak usahakan sudah dapat memegang pensil, menciptakan coretan, membuka lembaran buku, dsb. Untuk pekerjaan belajar, anak pun memerlukan atensi dan keawetan untuk memperhatikan informasi dan duduk dengan tenang.
Dari aspek pertumbuhan kognitif, sebelum belajar menyimak anak usahakan sudah mengenal konsep-konsep dasar laksana konsep arah dan posisi, konsep bentuk-bentuk geometri sedehana (berupa lingkaran, segi tiga, maupun persegi), konsep ukuran (besar-kecil).

Apa risikonya andai seorang anak terlampau dipaksakan bejalar membaca, belum waktunya saja dia siap belajar membaca?
Dokter Ajeng: Risikonya anak kendala mengeja atau masih menyimak secara visual. Mereka belum dapat memakai pusat baca di benak kanan dan kiri secara bersamaan.
Jika tadi anda sudah kupas tentang belajar membaca. Sebetulnya, di umur berapa idealnya anak sudah dapat membaca?
Dokter Ajeng: Usia 6-7 tahun guna belajar menyimak dan menulis, umur 7-8 tahun untuk menyimak tingkat lanjut.
Faktor apa saja yang mengakibatkan cepat lambatnya seorang anak dapat membaca dengan lancar?
Dokter Ajeng: Faktor perkembangan benak anak dalam urusan ini keterampilan sesuai umur anak, dan pun keterlibatan orang tua dan cara belajar yang digunakan.
Psikolog Woro: Salah satunya hal kecerdasan. Faktor lain merupakan kesiapan belajar.

Adakah korelasinya antara semakin dini seorang anak belajar baca tulis maka ia menjadi lebih cerdas dan berhasil di masa mendatang?
Dokter Ajeng: anak seharusnya tidak dipaksa menyimak dan mencatat terlalu dini, mesti cocok usia dan tahap pertumbuhan otaknya. Contohnya, anak-anak di Rusia belajar menyimak usia 7 tahun, namun mereka paling cerdas. Yang urgen untuk anak umur dini bukanlah mengajarkan baca tulis, namun menanamkan kebiasaan membaca dan mencatat dengan teknik menyenangkan, tanpa memaksa anak.
Psikolog Woro: belum tentu. Karena selain hal kecerdasan, kunci kesuksesan belajar anak tetap ditunjang oleh hal sikap dan teknik belajar yang memadai, semangat belajar yang baik, dan sebagainya.

Sebagai penutup, Dokter Ajeng menambahkan tips yang dapat dilakukan orangtua guna meningkatkan kemampuan baca tulis anak antara lain:
1. Menyediakan media yang membantu keterampilan baca tulis anak
2. Membacakan kitab dan mendendangkan lagu guna anak semenjak dini
3. Biarkan anak mengupayakan menulis, mewarnai, mencorat-coret
4. Ajarkan dengan cara permainan mengasyikkan seperti tebak kata, scrabbles, kuis berhadiah, dsb.
5. Budayakan menyimak dalam keluarga
Berdasarkan permasalahan yang saya alami bareng Jordy, anak saya yang sekarang berusia 5 tahun, seluruh lima poin yang dokter Ajeng jabarkan benar adanya. Khusus nomor tiga, sediakan media yang mumpuni, laksana papan tulis, dan buku-buku dengan halaman polos. Biarkan dia eksplorasi menarik sekian banyak macam garis, di awal-awal belajar menulis. Ini ialah cikal bakal, anak mencapai keterampilan membaca.

 

 

 

 

Leave a Comment